Efek Faldi(Cat Lovers Effect)
•PENDAHULUAN
Efek Faldi(Cat Lovers Effect) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan rasa cinta atau kasih sayang dengan cara penempatan atau penyampaian yang tidak terarah sehingga menimbulkan efek ketergantungan yang sangat merugikan. Efek ini muncul ketika seseorang mencintai sesuatu dan ingin membuat yang dicintainya bahagia namun malah objek yang ia cintai tersebut ketergantungan dan memiliki efek yang buruk.Asal-usul efek ini sesuai dengan penamaannya yaitu beranjak dari Pecinta Kucing yang selalu memberi makan pada kucing liar tanpa berpikir panjang pada konsekuensi yang dibuatnya akan melemahkan daya adaptasinya untuk mencari makan secara mandiri. Cat Lovers Effect ini disusun berdasarkan observasi sederhana dan kajian literatur.
Efek Faldi ini menjelaskan tentang dampak negatif dari rasa cinta dan kasih sayang yang baik, murni, tulus namun salah perlakuannya hingga berujung pada ketidakmandirian, melemahkan daya adaptasi, membuat ketergantungan, melumpuhkan daya berpikir, dan tidak sesuai dengan hukum alam. Efek Faldi juga berusaha menyampaikan cara penanganan yang tepat terkait permasalahannya agar cinta yang murni dapat tumbuh tanpa ada yang dirugikan.
•PEMBAHASAN
Cat Lovers Effect diawali dengan pengamatan saya(Faldi)terhadap perilaku manusia untuk melampiaskan perasaan kasih sayangnya. Terdapat berbagai cara untuk melampiaskannya tapi dalam hal ini saya memfokuskan pada situasi di mana cinta yang murni jika salah penyampaian akan merugikan kedua belah pihak atau disebut dengan Cat Lovers Effect.
A.)Analogi pertama Cat Lovers
Saya mengamati perilaku manusia di tempat seperti pusat kota, taman, permukiman padat selama beberapa waktu di tempat yang sama. Tak jarang saya melihat orang yang memberikan kucing liar makan karena rasa ibanya dan orang tersebut bahkan ada yang memberi makanan khusus yang biasanya ada pada toko makanan hewan. Tentunya hal tersebut merupakan hal yang mulia, namun jika terlalu sering diberi makan oleh manusia tanpa diadopsi atau dirawat dengan baik apakah akan memberikan implikasi yang baik?
Selang beberapa waktu saya kembali ke tempat yang sama dan mulai mengamati kembali—kemudian melihat kucing yang sama telah mempunyai anak. Sewaktu melakukan pengamatan tersebut saya teringat istilah jaring-jaring makanan, jika ini terus berlanjut maka akan terjadi fenomena over populasi pada salah satu pihak dalam jaring-jaring makanan untuk hal ini kucing. Selanjutnya akan ada persaingan yang ketat dalam berburu makanan yang nantinya berujung sedikitnya atau bahkan ketiadaan makanan bagi si kucing sehingga menimbulkan ketidak seimbangan jaring-jaring makanan.
Saya juga mengamati berkurangnya manusia yang memberi makan pada kucing liar, tentunya hal ini berbahaya karena akan ada banyak kucing yang kelaparan di tengah situasi yang sedang terjadi over populasi. Semakin kelaparan maka semakin daya tahan tubuhnya berkurang ini akan menimbulkan penyakit pada kucing—yang kemungkinan bisa terkena rabies, hal yang sangat mengerikan jika menyebar.
Selain dari pada itu, selalu memberikan makan kucing liar yang sama akan membuat kucing tersebut mengalami ketergantungan, di mana selalu menunggu manusia memberikan makanan tanpa mencari secara mandiri—ini memberikan implikasi negatif untuk daya tahan hidupnya dalam beradaptasi dengan lingkungan.
B.)Analogi kedua Parengting
Pengamatan yang saya lakukan di pusat kota, taman, dan permukiman padat tidak hanya pada manusia yang memberikan kucing liar makan, tetapi pada bagaimana orang tua melampiaskan kasih sayangnya terhadap anak. Pada waktu yang bersamaan dengan pengamatan terhadap kucing seringkali saya melihat berbagai pola asuh oleh orang tua terhadap anaknya yang berbeda-beda mulai dari lembut hingga kasar.
Baik lembut maupun kasar itu adalah bahasa cinta dari orang tua, namun memiliki dampak yang berbeda terhadap anak. Seperti saat saya di taman bermain anak-anak ada 2 orang anak yang bermain perosotan yang cukup tinggi bagi seusia mereka, ada orang tua yang memperbolehkannya dan ada pula orang tua yang menyentaknya untuk tidak bermain perosotan. Tidak lama dari itu, anak yang diperbolehkan naik perosotan oleh orang tuanya berpindah tempat pada alat bermain lain dengan rasa gembira sedangkan anak yang tidak diizinkan bermain perosotan menjadi kaku dan bergantung pada kehendak orang tuanya untuk bisa bermain alat lain.
Kasus selanjutnya yang sering saya jumpai pada daerah permukiman padat adalah ketika anak sedang mengerjakan PR(pekerjaan rumah), terdapat dua orang tua dalam hal ini. Pertama merupakan orang tua yang membantu anaknya mengerjakan PR tapi masih memberikan ruang bagi si anak untuk berpikir, kedua adalah orang tua yang mengerjakan PR anaknya bukan anaknya yang mengerjakan. Selang beberapa waktu yang cukup lama saya melihat perbedaan terhadap 2 anak tersebut, anak yang mengerjakan PR terlihat lebih pandai dan mulai bisa menuntaskan PR-nya secara mandiri, berbanding terbalik dengan si anak yang tidak mengerjakan PR ia terlihat lebih bergantung pada orang tuanya dan malas–ini lebih parah dari sebelumnya.
Dari kedua analogi tersebut terdapat penyebab yang sama yaitu pemberian kasih sayang yang tidak terarah sehingga menimbulkan implikasi negatif terhadap subjek yang dicintainya. Istilah untuk analogi tersebut adalah Efek Faldi(Cat Lovers Effect) ini adalah efek yang berbahaya bila kita tidak mengetahuinya. Terlepas dari itu bagaimana solusi dari efek ini?Ada tiga jawabannya untuk menghindari efek ini diantaranya:
1. Pahami tentang makna cinta sebenarnya, jika kita berhasil memahaminya kita akan paham bahwa cinta saling membangun dan melengkapi bukan merugikan subjek yang kita cintai.
2. Memberikan batasan untuk membantu, maksudnya adalah jika kita mencintai sesuatu maka berilah batasan pada subjek yang kita cintai dengan memberikan ruang untuk berkembang, jika pada analogi pertama kita bisa memberikan sesekali saja makan pada kucing liar dan sisanya biarkan dia mencari sendiri karena memang begitu hukum alamnya. Penderitaan lah yang akan membawa kebahagian sejati, kucing itu mesti berjuang agar dia bisa bertahan hidup secara mandiri kedepannya begitupun dengan analogi si anak.
3. Latih untuk bisa jadi mandiri, ini berbeda dengan point ke 2 yang hanya 'membantu', pada point ini kita memberikan pelatihan kemandirian yang tepat pada subjek yang kita cintai.
Dibalik efek Faldi(Cat Lovers Effect) yang memberikan kesan negatif ini juga bisa memberikan kesan positif untuk mengetahui seorang manipulator atau hubungan yang toxic. Setelah membaca paragraf di atas tentunya kita tau bahwa kebaikan yang berlebih tidak akan memberikan ruang untuk kita berkembang, ini lah salah satu senjata manipulator. Contoh kasusnya adalah seorang siswa selalu memberikan contekan PR-nya pada rekan kelasnya yang selalu tidak mengerjakan PR-nya yang membuat rekannya menjadi ketergantungan.
Untuk contoh lain silahkan kalian cari sendiri, Terimakasih
Komentar
Posting Komentar